Rumus jadi orang kaya

Dikisahkan seorang satpam yg bernama Afrizal. Afrizal sudah 10 tahun jadi satpam, tahun 2007 tiba-tiba dia kena PHK dengan uang pesangon sekitar 3 juta rupiah. tidak terima dengan uang pesangon yg dia terima, akhirnya dia mengajukan protes dan banding sana sini. Sungguh naas memang nasib rakyat kecil suara yg dilayangkan jangankan didengar, sampai meja pengadilan pun tidak.
Hari itu, dia mengira itulah kiamat dalam hidupnya, dia tidak punya Skill atau kemampuan lain karena selama ini dia jadi satpam dan tidak tau kalau akhirnya di PHK. Uang bulanan yg selama ini jadi penantian, kini hilang seketika.

Bulan-bulan berikutnya dia putuskan untuk menjalani kehidupan menjadi seorang pemulung. Namun dalam hati dia bertekad bahwa dia tidak akan lama menjadi pemulung, dia harus berubah dia harus Move on.
Dalam susah dia sering berfikir dan mencari jalan kehidupan untuk menghidupi keluarga dan dirinya sendiri.
Suatu ketika, datanglah dia berguru ke orang China, dia mencari tau jalan menjadi orang yg kaya raya. Karena seringnya dia bertanya, akhirnya orang China itu memberikan rumus/formula yg sampai saat ini dia pegang.

Kata orang China itu, rumus jadi orang kaya hanya 3.
1. Anak orang Kaya
2. Hoki
3. Pelit

Mendengar hal itu, Afrizal berfikir dan merenungkan ucapan si koko tadi berkali kali. Dia merasa dia bukan anak orang kaya, hoki pun belum tentu, akhirnya dia putuskan untuk menjadi orang yg pelit. Formula pelit yg dia pakai adalah setiap penghasilan yg ia dapat dari hasil mulung itu ia tabung setengahnya, apapun yg terjadi. Nampaknya dia cukup disiplin menerapkan hal ini.

Singkat cerita, setaun berlalu dan uang terkumpul 7 juta rupiah, namun dia masih bingung uang ini mau dipakai untuk apa. Sampai saat itu, Skill yg dia kuasai hanya satpam dan memulung. Mau lanjut memulung sudah bulat tekad dalam hati kalo dia hanya akan jadi pemulung selama 1 taun.

Pucuk dicinta ulang pun tiba, mungkin saat itu dia sedang hoki tiba-tiba ada yg jual lapak dagangan makanan siap saji di pasar Kosambi seharga 5 Juta Rupiah. Tanpa pikir panjang, akhirnya dia putuskan untuk membeli lapak itu. Setelah dipikir-pikir, dia pun bingung mau jualan apa dengan sisa modal 2 juta dan gerobak dagangan yg ada. 10 tahun pengalaman menjadi satpam, dan makan seadanya selama 1 taun terakhir tidak banyak membantu saat itu. Akhirnya dia teringat suatu hari saat menjadi pemulung pernah ada yg memberi kotak makanan ke anak nya. Dia teringat dengan ucapan anaknya.

“pak kalo beli makanan ini yang seperti ini, Enak banget”. Waktu Itupun dia mencobanya dan benar terasa enak. Kemudian dia menyimpulkan bahwa makanan apapun akan terasa enak, jika nasinya enak. Dia fokus saja sama nasinya g peduli lauk yg ia siapkan. Dengan modal tekad yg kuat sambil nyari formula memasak nasi yg enak, dia putuskan untuk jualan nasi kotak.

Tahun berganti tahun, bulan berganti bulan sampai saat dimama saya mendengar cerita ini beliau sudah umroh 2 kali dan membeli rumah di Jatinangor. Mungkin saat itu, dia merasa kiamat didepan matanya, di PHK jadi satpam, namun sekarang beliau merasa itulah hadiah terbesar dalam hidupnya. Dia bersyukur bisa diberhentikan jadi satpam dan sekarang punya rumah makan kecil di pasar Kosambi.

Kisah nyata, di ceritakan kembali oleh bapak Eutik, dan saya mencatat sebagai pendengar setia.