Kesempatan itu akan selalu ada bagi siapapun yg mampu melihat dan memanfaatkan peluang

10 tahun yg lalu, saya adalah peserta LKS tingkat provinsi Jawa Barat. waktu itu, memang sekolah kami hanya satu-satunya yg membuka jurusan IT jadi secara otomatis kita mendapatkan kesempatan mewakili Kabupaten Sukabumi di tingkat provinsi.

Jurusan kami multimedia. Teringat waktu itu nginstall wampp aja g ada yg ngerti, dan saya tau pas waktu lomba bahwa untuk membuat suatu halaman Web itu butuh pengetahuan HTML, CSS, dan PHP. Jadi, masih di tempat yg sama kala itu saya hanya membuat Web dengan menggunakan flash. Iyah Flash, Karena saya cuma bisa maenin flash kemudian saya embed ke Dreamweaver. Alhasil, Alhamdulillah mungkin bisa jadi juara paling akhir, lha wong g sesuai prosedur. Continue reading “Kesempatan itu akan selalu ada bagi siapapun yg mampu melihat dan memanfaatkan peluang”

Jangan pernah mengukur diri berdasarkan pencapaian orang lain

Kita mungkin pernah mengagumi seseorang. Atau lebih tepatnya sedikit iri dengan keberhasilan yg orang lain dapatkan. saya sendiri, tidak mengatakan sepenuhnya bahwa itu suatu hal yg salah. dalam beberapa kondisi, bisa kita katakan itu adalah suatu hal yg baik selama itu memotivasi kearah yg lebih baik. 

Lantas sebetulnya apa sih yang menjadi motivasi kita ketika merasakan hal itu? Katakan saja banyak dari murid-murid saya yg sangat kagum dengan pencapaian rekannya. sekali lagi saya tegaskan, mengagumi seseorang tidak salah apalagi dengan pencapaian yg ia dapatkan. Namun jangan sampai begini, Alih-alih kita bangga dan takjub dengan prestasi seseorang, ternyata rasa iri, kesal dan perasaan menyerah timbul. Muncul pemikiran bahwa mungkin dia berbakat, sedangkan kita tidak. Jika kita pernah merasakan hal itu, mudah-mudahan penjelasan dibawah sedikit banyak bisa mencerahkan kembali. 

Berbicara soal bakat memang butuh kajian khusus, apakah bakat itu sesuatu bawaan dari lahir, apakah bakat itu suatu pemberian yg diberikan oleh Allah kepada orang tertentu ataukah bakat itu muncul karena lingkungan dan rangsangan yg kita terima jauh sebelum kita tumbuh, dan lain lain.

Jika kita meyakini bahwa bakat itu adalah segalanya maka saya yakin kita termasuk orang yg mudah putus asa dan gampang menyerah. Segala nya di ukur dengan keterbatasan. Ada beberapa hal yang kita lupakan ketika kita mengagumi seseorang karena prestasi yg ia raih, yaitu proses. Ada ungkapan “Progress not Perfection”. Disusul dengan pertanyaan How it works? Semestinya memang kita tidak hanya mengagumi seseorang lantas cukup dengan hanya memuji dan mengaguminya saja. Mulailah berfikir bagaimana dia berada di posisi itu dan berapa lama dia berjuang sampai akhirnya ada di titik itu. Apa saja yang Sudah dia lakukan? dll. Stalker dalam hal ini saya katakan boleh. Jangan cuma stalker sam mantan. Hehe

Seandainya kita katakan bahwa dia ideal dan maksimal di bidang itu, bukan berarti kita harus maksimal dan ideal di bidang yang sama. Maka mulailah berfikir bidang apa yang akan kita maksimalkan baik itu perjuangan dan usahanya.  Kalopun kebetulan bidang yg dia raih adalah hal yg ingin kita raih tetap saja jangan jadikan prestasi atau achievement yang dia dapat sebagai tolak ukur kita. 

Ingatlah, semua orang diciptakan dalam situasi dan kondisi yg berbeda. Fokuslah sama prosesnya bukan pada hasilnya. Selama kita bisa memberikan yg terbaik dan berlari kearah yg lebih baik lagi maka terus paculah semangat itu tanpa melihat orang lain di depan dan di belakang. Bandingkan tempo kita hari ini dengan tempo kita di hari kemarin. Saya yakin, suatu saat dengan sendirinya kita akan bisa menilai bahwa perjuangan kita selama ini tidak sia-sia. 

Saya pernah dikritisi oleh rekan saya, mengenai timezone. Jangan pernah membandingkan kemampuan dan pencapaian seseorang dengan timezone orang lain. Mksdnya begini, ada orang yg menikah di usia 30 tahun, ada yg menikah di usia 20 tahun. Ada yg sukses menjadi CEO di usia 17 tahun, ada yg 20 tahun dan jangan lupa bos KFC itu suksesnya di usia yg lebih dari 60 tahun. Apakah karena berbeda percepatan dikatakan gagal? Tidak. 

Intinya adalah apa yg sudah kita lakukan hari kemarin, harus kita Review kembali hari ini. Sudah maksimalkah perjuangan kita? Apakah besok kita bisa lebih lagi? Fokuslah pada prosesnya bukan pada hasilnya. Ketika melihat orang sukses di usia yg jauh lebih muda, maka cukuplah kita mulai hari ini. Jangan ditunda lagi, yang ada kita malah semakin tertinggal. Ingatlah ketika kita berjuang disini merasa seakan ini adalah perjuangan terbaik kita, diluaran sana masih banyak orang yg usahanya jauh lebih keras dengan keadaan dan kondisi yg jauh lebih baik dari kita. 

Maka adakah kesempatan itu untuk kita? Tentu ada Berjuanglah lebih keras lagi, lihatlah bagaimana orang sukses berjuang dan lakukanlah melebihi apa yang biasa kita lakukan sesuai kemampuan kita. 

Push your limit.
… (dalam perjalanan membimbing siswa d mengikuti lomba webdesign di UGM. Doakan kami Yah untuk mendapatkan hasil yg terbaik dan maksimal)